Dapatkan Pinjaman Hingga Miliaran Rupiah dengan Kredit Multiguna.
Kredit MultigunaUncategorized

Dapatkan Pinjaman Hingga Miliaran Rupiah dengan Kredit Multiguna

Juli 5, 2018 By 0 Comments

Mendapatkan pinjaman multiguna dalam jumlah besar (500 juta ke atas) telah bukan suatu hal yang susah lagi untuk kamu lakukan ketika ini. Ada tidak sedikit multifinance yang menawarkan pinjaman ini.

dengan begitu kamu juga bakal memiliki tidak sedikit pilihan yang dapat dipertimbangkan sebelum mengajukannya. Hal itu telah ditata dalam kepandaian yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikeluarkan pada akhir tahun 2014 melewati Peraturan No.29/POJK.05/2014.

Dalam menyerahkan pinjaman tersebut, pasti saja multifinance akan merealisasikan sejumlah persyaratan dalam pengusulan yang kamu lakukan, seperti: penyertaan agunan atau garansi dalam format BPKB kendaraan, deposito ataupun sertifikat bangunan. Hal ini tentu paling masuk akal, menilik jumlah pinjaman yang paling besar itu sudah tentu disertai dengan sebanyak risiko yang paling besar juga.

Proses Pengajuan Pinjaman Multiguna

 

Pinjaman dalam nilai yang besar pasti saja mesti dibarengi dengan sebanyak rencana pemakaian yang tepat, urusan ini guna menghindarkan kamu dari sekian banyak kesulitan dalam mengerjakan pelunasan di lantas hari, urusan ini bakal beresiko untuk aset yang kamu jaminkan pada saat pengusulan pinjaman. Anda pasti tidak hendak aset yang kamu agunkan selesai dengan proses penyitaan, bukan?

Apapun dalil yang kamu miliki ketika akan mengemukakan pinjaman, maka urusan terpenting yang mesti kamu pikirkan ialah bagaimana kelak kamu akan membalikkan pinjaman itu dengan tepat waktu, sampai-sampai aset yang kamu agunkan dapat kembali ke tangan anda. Sebagian besar orang biasanya melupakan urusan ini, di mana pada kesudahannya pinjaman tersebut malah menjadi bumerang dan menyebabkan mereka terlilit sebanyak utang yang lumayan besar.

Selain teknik pengelolaan dana pinjaman dan pengembalian utang tersebut, urusan yang tak boleh kamu lupakan ialah nilai suku bunga yang akan kamu bayarkan nantinya. Meski urusan ini pada umumnya mempunyai sifat tetap (flat), namun dapat dipastikan andai suku bunga pinjaman multiguna lumayan tinggi dan bakal membebani angsuran pinjaman kamu setiap bulannya. Bagi itu, pastikan kamu memilih sumber pinjaman yang memberi fasilitas dan suku bunga yang sangat rendah, supaya jumlah cicilan kamu bisa lebih enteng setiap bulannya.

Terkait dengan masalah agunan yang akan kamu ajukan, sudah tentu nilainya mesti lebih banyak daripada nilai kredit yang akan kamu ajukan tersebut. Berikut ini ialah beberapa agunan yang bisa kamu ajukan dalam proses peminjaman multiguna:

  • Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).
  • Sertifikat Hak Milik (SHM), dengan mesti melampirkan izin menegakkan bangunan (IMB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).
  • Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).

Fitur dan Syarat Pengajuan Pinjaman Multiguna

Sebagaimana jenis pinjaman lainnya, maka pinjaman multiguna pun memiliki sekian banyak ketentuan dan fitur yang diterapkan di dalamnya. Beberapa inilah ini adalahfitur yang ditawarkan kredit multiguna:

  • Bunga tetap (flat), dengan begitu kamu tidak perlu cemas mengenai besaran bunga yang fluktuatif dan kamu juga menjadi gampang dalam mengerjakan simulasi mula terhadap pinjaman yang akan kamu ajukan.
  • Jangka masa-masa pinjaman sampai 60 bulan. Masa pinjaman yang lumayan panjang ini bisa kamu manfaatkan guna mengelola dana pinjaman kamu dengan paling baik, sampai-sampai peminjaman yang kamu lakukan bisa berfungsi maksimal dan kamu mempunyai waktu yang lumayan panjang untuk mengerjakan pelunasan.
    Biaya administrasi sebesar 0,1% dari pokok utang.
  • Biaya provisi, mulai dari 3% dari pokok utang.
  • Penyertaan asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.
  • Biaya appraisal mulai dari Rp1 juta sampai Rp5 juta.

Sebagaimana pinjaman lainnya, kredit multiguna pun mempunyai sejumlah ongkos yang bakal dibebankan kepada kamu selaku peminjam, karena tersebut hitung dan pertimbangkan sekian banyak komponen ongkos tersebut semenjak awal. Selain urusan itu di atas, kamu juga mesti menyertakan sekian banyak macam persyaratan yang telah diputuskan oleh lembaga multifinance, di antaranya:

  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri (untuk pengusulan perorangan).
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan Akta Nikah.
  • Fotocopy Nomor Pajak Wajib Pajak (NPWP).
  • Fotocopy Akta Pendirian Badan Usaha hingga dengan Akta Perubahan Terakhir (untuk pengusulan badan usaha).
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pengurus dan pemegang saham (pengajuan badan usaha).
  • Fotocopy SIUP, TDP atau SKU.
  • Fotocopy tabungan tabungan / tabungan koran sekitar 3 bulan terkakhir.
  • fotocopy sertifikat garansi tanah / bangunan, PBB dan IMB terbaru.

Proses Appraisal

Di dalam praktiknya, lembaga multifinance tidak akan menyerahkan pinjaman dengan serta merta, meskipun kamu mengajukan aset kamu sebagai agunan.

Mereka akan mengerjakan proses appraisal untuk menyaksikan secara langsung aset yang kamu ajukan serta menilai nilai ekonomi aset tersebut.

Hal ini seringkali dilakukan dengan memakai jasa pihak ketiga yang ditunjuk langsung oleh lembaga multifinance, tetapi seluruh ongkos yang dikeluarkan untuk mengerjakan proses itu akan menjadi tanggung jawab kamu selaku pemohon kredit.

Beberapa hal inilah ini akan menjadi pertimbangan untuk multifinance untuk menyerahkan pinjaman untuk anda:

1. Harga Pasaran

Dalam proses appraisal yang dilakukan, maka akan diperoleh harga pasaran dari aset yang kamu ajukan sebagai agunan.

Hal ini seringkali ditentukan dengan teknik melakukan komparasi dengan sejumlah bangunan di dekat bangunan yang kamu jadikan agunan, pasti saja dengan mencocokkan bangunan serupa atau minimal yang memenuhi sejumlah ketentuan dalam evaluasi nilai bangunan yang sudah mereka tetapkan.

2. Spesifikasi Bangunan

Terkait dengan nilai bangunan yang kamu agunkan, maka akan disaksikan menurut spesifikasi dari bangunan tersebut sendiri, urusan ini meliputi:

  • Luas tanah dan bangunan.
  • Jenis lantai (apakah keramik, marmer, atau bahan lainnya).
  • Material bangunan.
  • Lokasi lokasi tinggal pembanding (harus satu lokasi / kompleks).

3. Kelengkapan Dokumen yang Diajukan

Kelengkapan dokumen ini akan paling dipertimbangkan oleh multifinance, terutama tentang PBB dan IMB. Bagi itu, kamu wajib melengkapi kedua dokumen itu pada saat mengemukakan kredit multiguna, usahakan mengemukakan IMB yang terbaru, khususnya jika kamu telah mengerjakan renovasi dan sebanyak perbaikan lainnya pada bangunan yang kamu jadikan agunan tersebut.

Lakukan Simulasi Kredit

Sebelum mengemukakan kredit multiguna, maka usahakan kamu melakukan simulasi kredit. Hal ini bakal membuat kamu mempunyai sebuah cerminan yang jelas berhubungan dengan dana pinjaman yang akan kamu dapatkan serta sekian banyak komponen ongkos yang wajib kamu bayarkan.

Contoh:

Ana mempunyai sebuah butik yang lumayan berkembang dan terletak di distrik pertokoan di pusat kota, tetapi dia berniat guna membuka suatu butik baru di area lain yang dianggapnya mempunyai prospek yang lumayan menjanjikan.

Untuk membuka cabang yang baru tersebut, Ana memerlukan dana sebesar Rp3 miliar dan ketika ini dia tidak mempunyai simpanan atau dana untuk kebutuhan tersebut. Ana memilih untuk mengemukakan kredit ke multifinance dengan teknik mengagunkan SHM butik yang sudah dimilikinya, dia mengupayakan untuk mengemukakan pinjaman sebesar Rp5 miliar.

Setelah mengemukakan kredit tersebut, maka pihak multifinance mulai mengerjakan proses terhadap pinjaman Ana. Dari proses appraisal yang dilakukan, diketahui bahwa nilai butik Ana yang diagunkan itu sebesar Rp4,4 miliar. Pada lazimnya pihak multifinance melulu akan menyerahkan pinjaman sebesar 80% dari nilai agunan,maka Ana dapat mendapatkan pinjaman sebesar Rp3.520.000.000

Perhitungan Biaya dan Provisi:

Nilai pinjaman yang dicairkan : Rp3.520.000.000

Biaya provisi (3%) : Rp105.600.000

Biaya asuransi : Rp5.000.000

Biaya notaris : Rp4.000.000

Biaya appraisal : Rp2.000.000

Total ongkos yang dikeluarkan = Rp116.600.000

Total duit yang diterima Ana:

Rp3.520.000.000 – Rp116.600.000 = Rp3.403.400.000

Perhitungan Bunga (asumsi bunga flat 1% masing-masing bulan dengan masa pinjaman 36 bulan)

Rumus yang dipakai : bunga per bulan = (P x I x t) / jb

P = pokok pinjaman

I = suku bunga per tahun

t = jumlah tahun jangka masa-masa kredit

jb = jumlah bulan dalam jangka masa-masa kredit

Maka perhitungan bunga per bulan :

(Rp3.403.400.000 x 12% x 3) / 36 = Rp34.034.000,

Bunga sekitar 3 tahun : R 34.034.000 x 36 = Rp1.225.224.000

Total utang : Rp3.403.400.000 + Rp1.225.224.000 = Rp4.628.624.000

Cicilan masing-masing bulan : Rp4.628.624.000 / 36 = Rp128.572.890

Tertarik Mengajukan?

Nah, kini sudah tahu kan bagaimana Anda mengemukakan kredit multiguna guna mendapatkan dana sampai miliaran rupiah? Sekarang bermukim kembali lagi untuk Anda, apakah hendak mengajukannya atau tidak. Sebab, pinjaman yang besar pasti akan menyerahkan risiko kredit macet yang besar pula. Jadi, pikirkan baik-baik sebelum mengajukan, tidak boleh sampai aset kita hilang dampak tidak dapat mengembalikan duit yang dipinjam tersebut.



0 Comments on "Dapatkan Pinjaman Hingga Miliaran Rupiah dengan Kredit Multiguna"


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tinggalkan Balasan